Nampaknya para pendukung Ahok mendapat julukan baru. Julukan kali ini tidaklah buruk-buruk banget, terlihat jauuuuuuuuuuuuh lebih bagus jika dibandingkan dengan Taiker ataupun Ahoax. hmmm…
Ini Julukannya :
— TEMPEKER–
Kalau jamaknya jadi TEMPEKERS, Julukan ini diberikan oleh musisi yang dulu lumayan terkenal, yang gagal saat ingin menjadi Cagub DKI, gagal terpilih menjadi Wakil Bupati Bekasi, bahkan pernah gagal mendidik anak hingga anaknya yang saat itu belum cukup umur jadi pembunuh massa di jalan raya saat berkendara. #uhuk
Yup, saya bicara tentang yaitu Ahmad Dhani lewat sajaknya yang agak tempe-tempe tahu tidak jelas. Saya tidak serang pribadinya loh ya, saya hanya memaparkan ketidakberhasilannya aja. #gaksamaloh
Yup, saya bicara tentang yaitu Ahmad Dhani lewat sajaknya yang agak tempe-tempe tahu tidak jelas. Saya tidak serang pribadinya loh ya, saya hanya memaparkan ketidakberhasilannya aja. #gaksamaloh
Tidak hanya merasa lebih baik, saya malah merasa bangga memiliki julukan ini karena julukan ini diambil dari kata tempe. Rakyat Indonesia mana yang tidak tau tempe? Pasti tau donk…
Sedikit mengutip dari pernyataan Ari Wibowo menanggapi julukan baru ini :
Dibalik tampangnya yang sangat biasa, ternyata isinya penuh nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tubuh.Sumber protein luar biasa..Terbuat dari kedelai, diamana proses fermentasinya memberikan peningkatan protein, serat alami, dan vitamin.Dan 100% hasil karya nenek moyang kita.
Tempe itu enak, murah dan sehat saat dimakan apalagi kalau dijadikan gorengan; yahh… memang harus hati-hati dengan asam urat saat makan tempe.
Tapi kita memang patut berbangga dengan adanya tempe di Indonesia – termasuk saat dijuluki Tempekers – karena kelebihan-kelebihannya. Itu artinya sebagai Tempekers, kita dapat bermanfaat buat Indonesia.
Contohnya saat kita sebagai Tempekers bekerja sama untuk mendukung pemimpin yang benar-benar ingin membangun bangsa ini yaitu Jokowi dan Ahok. Coba kalau tidak ada kita (Tempekers), bangsa ini akan penuh dengan orang-orang seperti Ahmad Dhani dan yang sejenisnya. Mungkin dulu mereka ada manfaatnya tapi sekarang, ah sudahlah, mereka hanya bisa buat rusuh bangsa ini.
Sudah tidak bermanfaat, buat rusuh , suka ngomong gede lagi kan. Kurang merana bagaimana? Haiiizzz Capek deh….
Sudah tidak bermanfaat, buat rusuh , suka ngomong gede lagi kan. Kurang merana bagaimana? Haiiizzz Capek deh….
Jadi, mari bangga karena Indonesia punya Tempe dan kita sebagai pendukung Ahok juga bangga jadi Tempekers.
Cukup sudah bahas tempe yang dari kedelai itu, saya pikir tidak perlu orang yang pintar banget untuk mengerti apa itu tempe dan apa manfaatnya.
Marik kita coba bahas sajak Ahmad Dhani mengenai tempe ini.
Sebelum menanggapi isinya, nyimak dulu yuk:
Sebelum menanggapi isinya, nyimak dulu yuk:
Bangsa kelas tempe
Memahami arti penistaan agama saja…
Sebagian bangsa ini menunjukkan kelas tempenya…
Kewalahan memahami maknanya.
Sebagian bangsa ini menunjukkan kelas tempenya…
Kewalahan memahami maknanya.
Kebenaran tafsir Al Quran itu cuma Allah yang menjadi hakim.
Jadi, tidak perlu ngotot membela Ahok bawa bawa tafsir.
Sampai sampai melakukan hal hal yang luar biasa.
Misalnya….
Sampai sampai melakukan hal hal yang luar biasa.
Misalnya….
1. Menyatakan Al Maidah 51 sudah tidak relevan…
Shit… Tidak ada satupun pendeta pastur di Indonesia yang pernah menyatakan bahwa ada ayat di Injil yang sudah tidak berlaku.
Never!.
Shit… Tidak ada satupun pendeta pastur di Indonesia yang pernah menyatakan bahwa ada ayat di Injil yang sudah tidak berlaku.
Never!.
2. Menyatakan bahwa Ahok lebih “islami” dari pemimpin-pemimpin Islam.
What???… Kasian, menghamba Kok sampe serendah itu.
What???… Kasian, menghamba Kok sampe serendah itu.
3. Mengangkat Ahok jadi santri kehormatan….
Tuempe tenan….
Tuempe tenan….
4. Bawa bawa gusdur yang sudah wafat dan tidak ikut menyaksikan kesewenang wenangan Ahok pada Rakyat kecil.
Gusdur tidak pernah dukung ahok yntuk Pilkada DKI…
jangan bohongi rakyat, bawa-bawa tokoh yang sudah wafat…
For god sake!
Gusdur tidak pernah dukung ahok yntuk Pilkada DKI…
jangan bohongi rakyat, bawa-bawa tokoh yang sudah wafat…
For god sake!
Kelucuan apapun yang kalian usung…
Ahok itu sudah berlagak seperti Allah
Dengan pernyataannya di Pulau Seribu.
Dengan pernyataannya di Pulau Seribu.
Cuma Allah yang boleh jadi hakim atas tafsir Al Maidah 51 ! Bukan ahok !
Bukan ente atau siapapun!
Bukan ente atau siapapun!
Berbeda tafsir itu tidak akan pernah melanggar KUHP.
Gubernur non muslim menghina tafsir jumhur ulama…
Itu penistaan agama kelas berat.
Itu penistaan agama kelas berat.
Sekali lagi….
Gubernur non muslim menghina Tafsir jumhur ulama…
Itu penistaan agama kelas berat.
Itu penistaan agama kelas berat.
Sudahlah
Stop menghina diri sendiri.
Ahok harus masuk penjara.
Jadilah juragan di negara sendiri
Buktikan anda bukan bangsa tempe.
Stop menghina diri sendiri.
Ahok harus masuk penjara.
Jadilah juragan di negara sendiri
Buktikan anda bukan bangsa tempe.
(para tempekers pasti marah-marah) baca tulisan ini)
Tanpa mampu ber argumentasi melawan kebenaran tulisan ini.
Lalu membalas menyerang pribadi penulis…
Dan jangan lupa gaya tulisan disesuaikan dengan para tempekers (kelas tempe).
Tanpa mampu ber argumentasi melawan kebenaran tulisan ini.
Lalu membalas menyerang pribadi penulis…
Dan jangan lupa gaya tulisan disesuaikan dengan para tempekers (kelas tempe).
Sangat mudah sebenarnya untuk menanggapi sajaknya, tidak perlu orang yang pinteeer bangeet untuk menanggapinya (anak SD juga bisaaa!) apalagi kalau sambil ditemani tempe goreng. fiuuuhh maknyusssss..
Memang tidak ada Pendeta yang mengatakan Kitab sucinya sudah tidak relevan dengan sekarang, karena memang kebanyakan sudah memahami text dan kontextnya suatu ayat dalam kitab suci. Saya kira sama juga saat Ulama yang memahami text dan kontext saat ayat diturunkan sehingga menganggap Almaidah 51 tidak relevan dengan Pilkada (ingat tidak relevan dengan Pilkada bukan sekarang). karena relevansinya adalah pemilihan Iman Mesjid -ini menurut beberapa tafsiran Ulama- (versi golongan bumi bundar dan bulat).
Yahh.. ada juga orang Kristen yang juga sering menggunakan ayatnya diluar text dan kontext, tapi itu bukan berarti sudah tidak relevan dengan zaman, tapi kondisi tidak relevannya adalah dimana ayat ini disalah artikan atau disalahgunakan. Buktinya ayat Almaidah 51 tidak berlaku di Palestina, dan sepertinya hanya berlaku di DKI Jakarta.
Tentang Gusdur; rasanya tidak ada yang mengatakan Gusdur mendukungnya dalam Pilkada DKI. Tapi, Gusdur dulu pernah mengatakan Ahok juga bisa jadi Presiden.
Logikanyaaaa (kalau AD bisa mikir), kalau menjadi Presiden aja direstui oleh Gusdur apalagi menjadi Gubernur.
Logikanyaaaa (kalau AD bisa mikir), kalau menjadi Presiden aja direstui oleh Gusdur apalagi menjadi Gubernur.
Baydeway, rakyat kecil mana nih yang mendapatkan kesewenang-wenangan Ahok?
Yang Manja?
Yang suka membiarkan anaknya tinggal di kawasan yang tidak layak?
Yang kepentingannya diobrak-abrik Ahok?
Yang Manja?
Yang suka membiarkan anaknya tinggal di kawasan yang tidak layak?
Yang kepentingannya diobrak-abrik Ahok?
Lihat noh, yang datang ke Balai Kota tiap pagi saat Ahok tidak cuti. Mereka adalah rakyat kecil yang mengadu dan dilayani Ahok, bukan disewenang-wenangi.
Lihat noh, PPSU yang rata-rata rakyat kecil yang dulu diabaikan serta tidak dimanusiakan oleh Gubernur Muslim sebelum Jokowi.
Selengkapnya bisa baca di sini : Pasukan yang Dulu Tidak Dipandang, Kini Lebih Mulia di Zaman Ahok
Selengkapnya bisa baca di sini : Pasukan yang Dulu Tidak Dipandang, Kini Lebih Mulia di Zaman Ahok
Masih banyak lagi, sebenarnya, kalau dijabarkan satu-persatu mungkin botaknya akan semakin pudar kilatannya. Kalau ini saya akui saya sedang serang pribadinya. #maafYaBrow
Katanya cuma Allah Yang bisa menghakimi.
Ah buktinya banyak kok pembenci Ahok yang suka mengkafir-kafirkan Ahok dan pendukungnya?
Bah.. Muhammad yang kalian akui sebagai Nabi aja tidak mengkafirkan pamannya, kok kalian dengan bangganya mengkafirkan orang lain yang tidak seiman bahkan tidak sependapat.
Bahkan J*nr* mengkafirkan neneknya sendiripun mereka dukung.
Ingat loh, yang tidak seiman dan tidak sependapat, bukan yang tidak beragama.
Apa kalian merasa lebih pantas dari Muhammad untuk mengkafirkan orang yang tidak seiman? #mikirrrr
Ah buktinya banyak kok pembenci Ahok yang suka mengkafir-kafirkan Ahok dan pendukungnya?
Bah.. Muhammad yang kalian akui sebagai Nabi aja tidak mengkafirkan pamannya, kok kalian dengan bangganya mengkafirkan orang lain yang tidak seiman bahkan tidak sependapat.
Bahkan J*nr* mengkafirkan neneknya sendiripun mereka dukung.
Ingat loh, yang tidak seiman dan tidak sependapat, bukan yang tidak beragama.
Apa kalian merasa lebih pantas dari Muhammad untuk mengkafirkan orang yang tidak seiman? #mikirrrr
Kok ada Ulama yang bahkan mendoakan hukuman buat pendukung Ahok? Itu sama saja menganggap Tuhan itu bawahan yang bisa disuruh-suruh.
Lagipula bukankah soal hukuman, surga akhirat, rejeki itu urusan Tuhan? hihihi…
Lagipula bukankah soal hukuman, surga akhirat, rejeki itu urusan Tuhan? hihihi…
Bukankah semuanya yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah: termasuk saat Jokowi jadi Presiden dan Ahok jadi Gubernur?
Kok banyak yang tidak bisa menerima kenyataan dan tidak bisa move on serta ingin mengabaikan kehendak Allah?
Kok banyak yang tidak bisa menerima kenyataan dan tidak bisa move on serta ingin mengabaikan kehendak Allah?
Ahok harus masuk penjara? kamu hakim kah? kamu polisi kah?
Ini aja tidak paham, ini soal hukum ada aturan dan mekanisme.
Jadi kalau memang tidak bodoh dan kelasnya di atas tempe seperti seafood-seafood mahal pasti paham ini, mungkin jarang makan tempe.
Ini aja tidak paham, ini soal hukum ada aturan dan mekanisme.
Jadi kalau memang tidak bodoh dan kelasnya di atas tempe seperti seafood-seafood mahal pasti paham ini, mungkin jarang makan tempe.
Sorry ya, kami ingin tetap jadi bangsa tempe, coba bayangkan kalau Indonesia tidak ada tempe, fiuhhhh… kelar hidup loe.
Siapa pula yang melarang kalian jadi juragan?
Kalian aja yang malas, dan hanya bisa menyalahkan orang lain saat kalian gagal menjadi juragan.
Lihat tuh Sandi, saat di PHK, dia berusaha dan tidak menyalahkan orang lain, tuh dia jadi juragan yang SUPER KAYA.
Bahkan kalau Ahmad Dhani tidak dikuasai oleh iri hati dan kebencian kepada Jokowi Ahok, dia juga dulunya seorang juragan. Jadi siapa yang melarang? Siapaaa? Mana orangnya? #gulunglenganbaju
Kalian aja yang malas, dan hanya bisa menyalahkan orang lain saat kalian gagal menjadi juragan.
Lihat tuh Sandi, saat di PHK, dia berusaha dan tidak menyalahkan orang lain, tuh dia jadi juragan yang SUPER KAYA.
Bahkan kalau Ahmad Dhani tidak dikuasai oleh iri hati dan kebencian kepada Jokowi Ahok, dia juga dulunya seorang juragan. Jadi siapa yang melarang? Siapaaa? Mana orangnya? #gulunglenganbaju
Ok lah, saya kira kita tidak perlu merasa aneh saat melihat Ahmad Dhani yang dulu PERNAH terkenal jadi seperti sekarang ini. Ibarat kata sudah tidak ada kata mundur walaupun saat banting stir dari musisi ke politik membuat dia mengalami kegagalan yang sudah saya sebutkan di atas.
Jadi, pantas aja suka koar-koar ga jelas seperti sekarang ini, stress dia mungkin. Mungkin penyebab lainnya, dia jarang makan tempe.
Ini hanya mungkin loh ya…
Jadi, pantas aja suka koar-koar ga jelas seperti sekarang ini, stress dia mungkin. Mungkin penyebab lainnya, dia jarang makan tempe.
Ini hanya mungkin loh ya…
Sayang… dan sangat disayangkan Ahmad Dhani yang dulu populer dengan musiknya, sekarang jadi ‘sepert ini’ hanya karena iri dan kebencian yang tidak terbendung kepada Jokowi dan Ahok. (eh, kenapa ya dia iri?)
haaaahhhhh…
Oia postingan Ahmad Dhani ini bisa kena hukum pidana sesuai dengan pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 UU ITE "dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)".
#banggaJadiTempekers #tempekersSejati



0 comments:
Post a Comment