animasi blog

0 Konami Bakal Boyong Castlevania ke Nintendo Switch?

Monday, June 12, 2017

Konami dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memboyong gim Castlevania ke Nintendo Switch. Informasi itu diungkap oleh Brand Manager Konami Eropa, Richard Jones, dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Menurut Jones, Konami tengah melakukan diskusi internal untuk memutuskan gim seperti apa yang akan dibawa ke Nintendo Switch. Meski belum memastikan, salah satu gim yang sedang dipertimbangkan adalah Castlevania.

"Selain Bomberman, gim yang kami pertimbangkan (untuk hadir di Nintendo Switch) adalah Castlevania karena gim itu memiliki kisah yang sudah dikenal dan disukai," ujarnya seperti dikutip dari IGN, Senin (12/6/2017).

Pertimbangan itu didukung pula dengan kepastian adaptasi Castlevania menjadi serial TV oleh Netflix. Akibatnya, banyak fans yang meminta kehadiran gim anyar dari seri Castlevania.
"Kami mengetahui banyak permintaan untuk gim anyar Castlevania, tapi sekarang belum ada rencana untuk menggarapnya karena masih dalam diskusi," tuturnya.

Sebaga informasi, Konami saat ini memang baru memiliki satu judul gim yang beraksi di Nintendo Switch, yaitu Super Bomberman R. Gim ini sudah rilis sejak Maret 2017.






Read more

0 Dissidia Final Fantasy NT Akhirnya Beraksi di PS4




Bagi kamu penggemar gim RPG Final Fantasy, pasti tahu betul seri Dissidia Final Fantasy.
Ya, Dissidia Final Fantasy adalah gim Final Fantasy ber-genre fighting yang dirilis pertama kali untuk PSP (PlayStation Portable). Nah, ada kabar baik. Seri teranyar Dissidia, Dissidia Final Fantasy NT dipastikan akan meluncur untuk PS4 pada 2018 mendatang.

Dilansir dari Gamespot, Senin (12/6/2017), Dissidia Final Fantasy NT adalah jilid ketiga sejak seri pertama Dissidia melenggang pada 2008 silam.

Gim ini sebetulnya sudah tersedia lewat mesin gim arcade di beberapa pusat permainan gim di Jepang. Karena permintaan penggemar tinggi, Square Enix akhirnya memutuskan untuk memboyong Final Fantasy Dissidia NT ke PS4.

Adapun pengembangan Dissidia Final Fantasy NT digarap bersama Square Enix dengan Team Ninja, pengembang di balik gim Ninja Gaiden dan Dead or Alive.

Dissidia Final Fantasy NT sendiri akan mengumpulkan deretan karakter utama Final Fantasy. Mulai dari antagonis hingga protagonis, pemain tinggal pilih.

Modus permainan akan hadir dalam online dan offline. Pemain bisa memilih lebih dari 20 karakter dan summon, mulai dari Tidus, Zidane, Lightning, Squall, Cloud, Terra, Noctis dan masih banyak lagi. Seperti Dissidia Final Fantasy sebelumnya, modus pertarungan akan membawa sistem tiga lawan tiga.
Sayangnya, Square Enix tidak mengungkap jadwal rilis Dissidia Final Fantasy NT. Yang pasti, gim fighting tersebut akan melenggang pada 2018 mendatang.

Read more

0 TEMPEKERS



Nampaknya para pendukung Ahok mendapat julukan baru. Julukan kali ini tidaklah buruk-buruk banget, terlihat jauuuuuuuuuuuuh lebih bagus jika dibandingkan dengan Taiker ataupun Ahoax. hmmm…
Ini Julukannya :
— TEMPEKER–
Kalau jamaknya jadi TEMPEKERS, Julukan ini diberikan oleh musisi yang dulu lumayan terkenal, yang gagal saat ingin menjadi Cagub DKI, gagal terpilih menjadi Wakil Bupati Bekasi, bahkan pernah gagal mendidik anak hingga anaknya yang saat itu belum cukup umur jadi pembunuh massa di jalan raya saat berkendara. #uhuk
Yup, saya bicara tentang yaitu Ahmad Dhani lewat sajaknya yang agak tempe-tempe tahu tidak jelas. Saya tidak serang pribadinya loh ya, saya hanya memaparkan ketidakberhasilannya aja. #gaksamaloh
Tidak hanya merasa lebih baik, saya malah merasa bangga memiliki julukan ini karena julukan ini diambil dari kata tempe. Rakyat Indonesia mana yang tidak tau tempe? Pasti tau donk…
Sedikit mengutip dari pernyataan Ari Wibowo menanggapi julukan baru ini :



Dibalik tampangnya yang sangat biasa, ternyata isinya penuh nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tubuh.Sumber protein luar biasa..Terbuat dari kedelai, diamana proses fermentasinya memberikan peningkatan protein, serat alami, dan vitamin.Dan 100% hasil karya nenek moyang kita.




Saya kira ada benarnya juga tanggapan Ari Wibowo ini.

Tempe itu enak, murah dan sehat saat dimakan apalagi kalau dijadikan gorengan; yahh… memang harus hati-hati dengan asam urat saat makan tempe.
Tapi kita memang patut berbangga dengan adanya tempe di Indonesia – termasuk saat dijuluki Tempekers – karena kelebihan-kelebihannya. Itu artinya sebagai Tempekers, kita dapat bermanfaat buat Indonesia.
Contohnya saat kita sebagai Tempekers bekerja sama untuk mendukung pemimpin yang benar-benar ingin membangun bangsa ini yaitu Jokowi dan Ahok. Coba kalau tidak ada kita (Tempekers), bangsa ini akan penuh dengan orang-orang seperti Ahmad Dhani dan yang sejenisnya. Mungkin dulu mereka ada manfaatnya tapi sekarang, ah sudahlah, mereka hanya bisa buat rusuh bangsa ini.
Sudah tidak bermanfaat, buat rusuh , suka ngomong gede lagi kan. Kurang merana bagaimana? Haiiizzz Capek deh….
Jadi, mari bangga karena Indonesia punya Tempe dan kita sebagai pendukung Ahok juga bangga jadi Tempekers.
Cukup sudah bahas tempe yang dari kedelai itu, saya pikir tidak perlu orang yang pintar banget untuk mengerti apa itu tempe dan apa manfaatnya.
Marik kita coba bahas sajak Ahmad Dhani mengenai tempe ini.
Sebelum menanggapi isinya, nyimak dulu yuk:
Bangsa kelas tempe
Memahami arti penistaan agama saja…
Sebagian bangsa ini menunjukkan kelas tempenya…
Kewalahan memahami maknanya.
Kebenaran tafsir Al Quran itu cuma Allah yang menjadi hakim.
Jadi, tidak perlu ngotot membela Ahok bawa bawa tafsir.
Sampai sampai melakukan hal hal yang luar biasa.
Misalnya….
1. Menyatakan Al Maidah 51 sudah tidak relevan…
Shit… Tidak ada satupun pendeta pastur di Indonesia yang pernah menyatakan bahwa ada ayat di Injil yang sudah tidak berlaku.
Never!.
2. Menyatakan bahwa Ahok lebih “islami” dari pemimpin-pemimpin Islam.
What???… Kasian, menghamba Kok sampe serendah itu.
3. Mengangkat Ahok jadi santri kehormatan….
Tuempe tenan….
4. Bawa bawa gusdur yang sudah wafat dan tidak ikut menyaksikan kesewenang wenangan Ahok pada Rakyat kecil.
Gusdur tidak pernah dukung ahok yntuk Pilkada DKI…
jangan bohongi rakyat, bawa-bawa tokoh yang sudah wafat…
For god sake!
Kelucuan apapun yang kalian usung…
Ahok itu sudah berlagak seperti Allah
Dengan pernyataannya di Pulau Seribu.
Cuma Allah yang boleh jadi hakim atas tafsir Al Maidah 51 ! Bukan ahok !
Bukan ente atau siapapun!
Berbeda tafsir itu tidak akan pernah melanggar KUHP.
Gubernur non muslim menghina tafsir jumhur ulama…
Itu penistaan agama kelas berat.
Sekali lagi….
Gubernur non muslim menghina Tafsir jumhur ulama…
Itu penistaan agama kelas berat.
Sudahlah
Stop menghina diri sendiri.
Ahok harus masuk penjara.
Jadilah juragan di negara sendiri
Buktikan anda bukan bangsa tempe.
(para tempekers pasti marah-marah) baca tulisan ini)
Tanpa mampu ber argumentasi melawan kebenaran tulisan ini.
Lalu membalas menyerang pribadi penulis…
Dan jangan lupa gaya tulisan disesuaikan dengan para tempekers (kelas tempe).
Sangat mudah sebenarnya untuk menanggapi sajaknya, tidak perlu orang yang pinteeer bangeet untuk menanggapinya (anak SD juga bisaaa!) apalagi kalau sambil ditemani tempe goreng. fiuuuhh maknyusssss..
Memang tidak ada Pendeta yang mengatakan Kitab sucinya sudah tidak relevan dengan sekarang, karena memang kebanyakan sudah memahami text dan kontextnya suatu ayat dalam kitab suci. Saya kira sama juga saat Ulama yang memahami text dan kontext saat ayat diturunkan sehingga menganggap Almaidah 51 tidak relevan dengan Pilkada (ingat tidak relevan dengan Pilkada bukan sekarang). karena relevansinya adalah pemilihan Iman Mesjid -ini menurut beberapa tafsiran Ulama- (versi golongan bumi bundar dan bulat).
Yahh.. ada juga orang Kristen yang juga sering menggunakan ayatnya diluar text dan kontext, tapi itu bukan berarti sudah tidak relevan dengan zaman, tapi kondisi tidak relevannya adalah dimana ayat ini disalah artikan atau disalahgunakan. Buktinya ayat Almaidah 51 tidak berlaku di Palestina, dan sepertinya hanya berlaku di DKI Jakarta.
Tentang Gusdur; rasanya tidak ada yang mengatakan Gusdur mendukungnya dalam Pilkada DKI. Tapi, Gusdur dulu pernah mengatakan Ahok juga bisa jadi Presiden.
Logikanyaaaa (kalau AD bisa mikir), kalau menjadi Presiden aja direstui oleh Gusdur apalagi menjadi Gubernur.
Baydeway, rakyat kecil mana nih yang mendapatkan kesewenang-wenangan Ahok?
Yang Manja?
Yang suka membiarkan anaknya tinggal di kawasan yang tidak layak?
Yang kepentingannya diobrak-abrik Ahok?
Lihat noh, yang datang ke Balai Kota tiap pagi saat Ahok tidak cuti. Mereka adalah rakyat kecil yang mengadu dan dilayani Ahok, bukan disewenang-wenangi.
Lihat noh, PPSU yang rata-rata rakyat kecil yang dulu diabaikan serta tidak dimanusiakan oleh Gubernur Muslim sebelum Jokowi.
Selengkapnya bisa baca di sini : Pasukan yang Dulu Tidak Dipandang, Kini Lebih Mulia di Zaman Ahok
Masih banyak lagi, sebenarnya, kalau dijabarkan satu-persatu mungkin botaknya akan semakin pudar kilatannya. Kalau ini saya akui saya sedang serang pribadinya. #maafYaBrow
Katanya cuma Allah Yang bisa menghakimi.
Ah buktinya banyak kok pembenci Ahok yang suka mengkafir-kafirkan Ahok dan pendukungnya?
Bah.. Muhammad yang kalian akui sebagai Nabi aja tidak mengkafirkan pamannya, kok kalian dengan bangganya mengkafirkan orang lain yang tidak seiman bahkan tidak sependapat.
Bahkan J*nr* mengkafirkan neneknya sendiripun mereka dukung.
Ingat loh, yang tidak seiman dan tidak sependapat, bukan yang tidak beragama.
Apa kalian merasa lebih pantas dari Muhammad untuk mengkafirkan orang yang tidak seiman? #mikirrrr
Kok ada Ulama yang bahkan mendoakan hukuman buat pendukung Ahok? Itu sama saja menganggap Tuhan itu bawahan yang bisa disuruh-suruh.
Lagipula bukankah soal hukuman, surga akhirat, rejeki itu urusan Tuhan? hihihi…
Bukankah semuanya yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah: termasuk saat Jokowi jadi Presiden dan Ahok jadi Gubernur?
Kok banyak yang tidak bisa menerima kenyataan dan tidak bisa move on serta ingin mengabaikan kehendak Allah?
Ahok harus masuk penjara? kamu hakim kah? kamu polisi kah?
Ini aja tidak paham, ini soal hukum ada aturan dan mekanisme.
Jadi kalau memang tidak bodoh dan kelasnya di atas tempe seperti seafood-seafood mahal pasti paham ini, mungkin jarang makan tempe.
Sorry ya, kami ingin tetap jadi bangsa tempe, coba bayangkan kalau Indonesia tidak ada tempe, fiuhhhh… kelar hidup loe.
Siapa pula yang melarang kalian jadi juragan?
Kalian aja yang malas, dan hanya bisa menyalahkan orang lain saat kalian gagal menjadi juragan.
Lihat tuh Sandi, saat di PHK, dia berusaha dan tidak menyalahkan orang lain, tuh dia jadi juragan yang SUPER KAYA.
Bahkan kalau Ahmad Dhani tidak dikuasai oleh iri hati dan kebencian kepada Jokowi Ahok, dia juga dulunya seorang juragan. Jadi siapa yang melarang? Siapaaa? Mana orangnya? #gulunglenganbaju
Ok lah, saya kira kita tidak perlu merasa aneh saat melihat Ahmad Dhani yang dulu PERNAH terkenal jadi seperti sekarang ini. Ibarat kata sudah tidak ada kata mundur walaupun saat banting stir dari musisi ke politik membuat dia mengalami kegagalan yang sudah saya sebutkan di atas.
Jadi, pantas aja suka koar-koar ga jelas seperti sekarang ini, stress dia mungkin. Mungkin penyebab lainnya, dia jarang makan tempe.
Ini hanya mungkin loh ya…
Sayang… dan  sangat disayangkan Ahmad Dhani yang dulu populer dengan musiknya, sekarang jadi ‘sepert ini’ hanya karena iri dan kebencian yang tidak terbendung kepada Jokowi dan Ahok. (eh, kenapa ya dia iri?)
haaaahhhhh…

Oia postingan Ahmad Dhani ini bisa kena hukum pidana sesuai dengan pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 UU ITE "dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)".

#banggaJadiTempekers #tempekersSejati
BANGGA JADI TEMPEKERS.

source : https://www.ojokepo.com
Read more

0 Tertangkapnya Hacker "Haikal"

Direktorat Siber Bareskrim Polri mengungkap pelaku pembobolan situs atau hacker yang memiliki nama kelompok Gantengers Crew. Kelompok ini di bawah pimpinan Sultan Haikal yang merupakan remaja lulusan Sekolah Menengah Pertama.
Sultan Haikal 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, kelompok ini fokus dalam membobol situs milik PT Global Network (Tiket.com). Dan Haikal adalah orang yang merekrut tiga anak buahnya lewat media sosial. "Lewat perkenalan di facebook. Kebetulan sama-sama gamer dan kemudian tukar info soal game,” kata dia di Mabes Polri, Rabu (5/4).
Dia juga berkata, para pelaku intens berhubungan setelah bermain game bersama-sama. Dari game itu pelaku juga mendapat uang. Dari komunikasi yang lancar itu, lahirlah ide untuk membobol situs yang diprakarsai Haikal. "Haikal merekrut mereka untuk meneruskan situs-situs yang sudah dibuka (diretas)," kata Rikwanto.
Kepada tiga anak buahnya, Haikal memberi tahu metode untuk mereras situs. Selama beberapa waktu berjalan, mereka sudah meretas 4.600 situs. Namun, mereka tidak meretas untuk mencari keuntungan. "Namun semua itu bukan untuk cari keuntungan, tapi kebanyakan untuk urusan unjuk kemampuan,” sambung dia.
Akibat ulah kelompok Gantengers Crew ini, pihak Tiket.com mengalami kerugian sebesar Rp 1,9 miliar. Namun itu baru dari satu situs saja, belum lagi situs lainnya yang diretas pelaku.
Sebelumnya, Bareskrim menangkap tiga orang berinisial MKU (19), Al (19) dan NTM (27) di Jalan Siaga Dalam Gang Kemuning Nomor 12 RT 19 Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Polisi juga menangkap SH alias Haikal ditangkap di kawasan Rempoa, Tangerang Rabu (29/3). Dalam penangkapan tersebut, Haikal diduga melakukan ilegal akses server Citilink dengan menggunakan user name dan password milik travel agen Tiket.com dengan tujuan untuk mendapatkan kode booking tiket pesawat. Setelah mendapatkan kode booking, dia bersama 3 pelaku lainnya menjual kembali tiket tersebut.
Atas hal ini, pihak maskapai penerbangan dan situs penyedia jual-beli tiket online mengalami kerugian sekitar Rp 4 miliar lebih. Para tersangka melakukan akses ilegal tersebut sejak Oktober 2016. 
Haikal bisa di tindak pindana berdasarkan Pasal 30 UU ITE tahun 2018 ayat 3 dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) dan/atau denda paling banyak Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).
Read more

0 BERITA HOAX TKA ASAL CINA



Tim cyber crime Badan Reserse Kriminal Polri terus melakukan penelusuran informasi bohong atau hoax terkait tenaga kerja asing asal China yang membanjiri  Indonesia. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, dari internal Polri akan diperkuat dalam mengantispasi informasi hoax tersebut.
"Nanti akan perkuat Polri. Saya sampaikan direktorat baik Densus 88 Antiteror jadi bintang dua. Ada tim cyber crime, humas juga ada satu biro khusus untuk nanganin itu," kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Desember 2016.
Tito menuturkan, persoalan informasi hoax di jejaring media sosial nantinya akan dibahas juga pada tingkat nasional.
"Tingkat nasional nanti Pak Presiden buat rapat terbatas mengenai bagaimana menyinergikan antara kementerian menangani media sosial yang bawa isu profokatif," katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menambahkan, informasi bohong atau hoax tenaga kerja asing ilegal dari negara China di Indonesia sedang dilakukan penyelidikan.
"Dalam proses penyilidikan kejahatan cyber melakukan digital forensik ya, dari penyidik Bareskrim itu sedang berjalan. Jadi nanti akan ada perkembangan lebih lanjut," kata Boy Rafli Amar.
Boy menjelaskan, penyebar informasi bohong soal TKA ilegal asal Tiongkok di Indonesia bisa dijerat dengan proses hukum dengan pasal Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Tapi, kata Boy, penyidik tidak terburu-buru melakukan pemanggilan terhadap penebar informasi hoax tenaga kerja asing di Tanah Air. Sebab, proses langkah awal dilakukan penelusuran terlebih dahulu.
"Jadi ini bisa jadi perkara hukum. Nah untuk memproses itu tidak bisa main panggil, main tuduh. Tapi mengumpulkan bukti terlebih dahulu," kata Boy.

Bagi penyebar berita hoak akan ditindak pidana berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE pasal 28.

Read more